Wednesday, September 14, 2016

UHT, Si Penyebab Muntabernya Alif


Yes! Dua minggu yang lalu Alif diopname selama 4 hari karena muntaber. Awalnya muntah-muntah terus sampai gak bisa kemasukkan apa-apa, kemudian ditambah diare pula.


Cerita singkatnya, hari kamis jadwal suami pulang setelah 3 hari dinas luar kota. Harusnya sore udah nyampe rumah, tapi ternyata rombongannya mampir-mampir dulu jadi telat deh pulangnya, padahal Alif udah nunggu-nunggu kedatangan papanya.

Akhirnya setelah mandi sore, Alif, saya paksa buat tidur biar gak nunggu papanya terus. Bangun tidur habis magrib, tiba-tiba Alif megangin perutnya terus sambil ngeluh kesakitan.

Karena saya pikir belum makan malam, jadi saya tawari makan, tapi Alif menolak karena ingin menunggu papanya datang dulu. Setelah itu dia hanya tidur-tiduran di kamar sambil main hotwheelsnya sambil sesekali ngeluh kesakitan.

Gak tega, akhirnya saya pun memberi Alif susu UHT yang sejak kemaren saya sembunyikan karena beberapa hari ini Alif malas makan dan memilih minum susu terus. Pikir saya, buat pengganjal sampai papanya datang dan Alif mau makan.

Bukannya sakit perutnya hilang, gak lama setelah minum susu UHT, Alif malah muntah-muntah, padahal UHTnya baru dibuka, expired masih lama, saya coba pun rasanya baik-baik saja. Sampai papanya datang, total Alif sudah muntah 4 kali.

Khawatir, kami pun langsung membawa Alif ke UGD. Di UGD, Alif diberi obat nyeri perut dan penghilang mual. Perawat UGD menduga, Alif muntah karena kebanyakan susu UHT, apalagi mendengar suara nafas Alif yang berbunyi, katanya kasus anak muntah, batuk dan pilek kebanyakan karena susu. Pesan perawatnya, kalau diberi obat tetap muntah, langsung dibawa lagi ke UGD.

Sepulang dari UGD, Alif mau makan sedikit, minum obat, kemudian tidur. Saat tidur, Alif sempat batuk- batuk dan sambil merem Alif masih bisa muntah di kasur. Malam itu saya dan suami gak bisa tidur sama sekali.

Esoknya, Alif susah bangun, terlihat lemas dan cuma mau tidur. Gak mau makan, eh malah ketambahan diare pula. Kami pun membawanya kembali ke Puskesmas dekat rumah.

Selama menunggu antri periksa dokter, Alif telihat kehausan dan terus menerus meminta air putih. Tapi tiap minum air, setelah itu Alif langsung balik dan muntah air juga. Saking udah gak ada isinya, sampai muntahannya pun isinya cuma air bening tanpa residu sama sekali.

Dokter pun menyarankan Alif untuk diopname karena melihat kondisinya yang sudah tak bisa diisi makanan atau minuman apa pun.

Setelah drama pasang infus, yang bikin Alif ngamuk-ngamuk, akhirnya muntah-muntahnya berhenti ti ti, cuma tinggal mualnya doank. Tapi diarenya yang malah semakin menjadi. Tapi setidaknya saya sudah lebih tenang karena at least, ada cairan infus yang masuk sebagai pengganti tenaganya Alif.

Lha kok besoknya, saat perawat menyuntikkan obat ke selang infus, dia melihat kejanggalan di aliran selang infus Alif. Setelah diperiksa, ternyata jarum infusnya bengkok karena Alif sempat menarik-narik selang infus saat diambil darah.

Akhirnya pasang ulang selang infus, yang tadinya di kiri, sekarang pasang di kanan. Perawat juga memberi balok penyangga supaya gak mudah ditarik oleh Alif. Tapi rupanya tenaga Alif mulai pulih, ngamuk-ngamuknya lebih parah sampai perawat kerepotan saat memasang jarum.

Baru dua jam dipasang, Alif mengeluh kesakitan terus ditangannya. Bahkan tidurnya tak nyenyak karena kesakitan. Akhirnya kami panggil perawat lagi untuk memeriksa selang infusnya. Ternyata, jarum infusnya gak dipasang dengan tepat, sehingga membuat tangan Alif bengkak.

Perawat pun mengusulkan untuk memasang ulang jarum infusnya. Tentu saja, kami gak tega, karena Alif sehari ini sudah disuntik ambil darah plus pasang infus ulang. Masa mau ditusuk-tusuk lagi?

Untungnya perawatnya pengertian, Dia menjelaskan kalau anak kecil memang susah tepat pasang infusnya. Anaknya pun pernah mengalami hal serupa padahal sudah dibawa ke Rumah Sakit ternama yang jago pasang infus, hingga akhirnya dia memutuskan untuk stop pasang infus dan membawa pulang anaknya. Dengan catatan, si anak harus rutin minum obat.

Akhirnya kami pun memutuskan untuk menandatangani surat menolak diinfus untuk sementara. Dan mulai saat itu, Alif kami paksa untuk harus mau minum obat meskipun selalu pakai drama ngamuk-ngamuk, hehehe.

Untungnya perawat membolehkan Alif minum susu formula rasa coklat asal takarannya hanya separuh takaran asli. Tentu saja Alif senang sekali akhirnya bisa menikmati susu coklat lagi. Setidaknya, kami lebih tenang karena ada cairan yang masuk ke tubuhnya.

Hari ke tiga, Alif masih saja diare. Dan mulai menolak minum air putih apalagi oralit dan sejenisnya. Bibirnya terlihat kering, makan pun mulai ogah-ogahan.

Sorenya Alif tiba-tiba mau minum, tapi minum pocari sweat. Okelah, saya pikir kan larutan elektrolit bagus untuk mengganti cairan tubuh. Eh lha kok setelah itu malah Alif diare parah lagi, yang tadinya pupnya mulai mengental sekarang cair lagi. Makin khawatir lah kami.

Setiap dua jam, Alif kami paksa minum dengan cara memberinya lewat suntikkan tanpa jarum, haha. Obat-obatannya pun kami paksa lebih keras lagi.

Alhamdulillah, esoknya, Alif berhenti diare, dokter pun mengijinkan Alif boleh pulang, fyuuh. Cuman hasil tes darahnya kapan hari menunjukkan HB Alif turun, meskipun belum parah. Sehingga Alif harus tes darah lagi sebelum pulang. Yak! Drama tusuk jarum lagi.

Alhamdulillah lagi, hasil tes darahnya sudah normal semua, HBnya pun sudah naik. Begitu sampai rumah, Alif langsung ceria kembali. Legaa banget rasanya.

Setelah kami telaah, penyebab muntabernya Alif itu karena akhir-akhir ini Alif menolak box susu yang masih ada isinya untuk dimasukkan lagi ke kulkas.

Jadi, biasanya kami membelikan susu UHT ukuran 1 Liter dan Alif bisa menghabiskannya hanya dalam waktu sehari saja. Karena katanya kan batas maksimal mengkonsumsi susu UHT itu adalah 500 ml sehari, maka kami pun membatasi konsumsi Alif untuk minum susu.

Karena terus-terusan dipersulit, akhirnya tiap minum susu, Alif menolak box susunya dimasukkan lagi ke kulkas. Dan ditaruh di luar hingga beberapa jam sampai akhirnya habis. Mungkin rasanya gak berubah, tapi bisa jadi karena ditaruh di luar cukup lama bakteri mulai berkembang di susunya.

Saya perhatikan juga, sejak kebiasaan Alif yang gak mau mengembalikan box susu ke kulkas lagi, Alif sempat beberapa kali mengeluh sakit perut.

Nah, mungkin kejadian muntaber itu adalah puncak dari keluhan sakitnya.

Saat ini, Alif beralih minum sufor deh, susu UHT hanya sesekali, kalau lagi ke minimarket, itu pun susu ukuran kecil sekali minum.

No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2017 | TEMPLATE BY RUMAH ES